Sabtu, 23 November 2013

Ingin Pakai Jilbab ke Kantor, Wanita Australia Dipecat

  • Minggu, 24 November 2013 | 05:47 WIB
Ilustrasi perempuan berjilbab. | ABC Australia
CANBERRA, KOMPAS.com - Seorang pekerja wanita di kota Wollongong menuduh sebuah perusahaan akuntansi lokal memecat dirinya karena ingin memakai jilbab ke tempat kerja.
Padahal perempuan itu, Mariam El Hassan (23), telah bekerja di perusahaan tersebut selama lima tahun.  
Kuasa hukum Miriam mengatakan kliennya telah meminta izin kepada perusahaan tersebut  apakah dia boleh mulai mengenakan jilbab saat bekerja atas alasan agama. Namun, permohonannya itu ditolak.
Michelle Walsh dari kantor pengacara Turner Freeman mengatakan Miriam El Hassan justru diberitahu untuk tidak datang lagi ke kantor ketika dia meminta izin untuk mengenakan jilbab.
"Dia libur satu hari untuk merayakan Hari Raya dan diminta untuk datang bekerja,” kata Walsh.
"Meski demikian, dia menerima telepon dari resepsionis yang mengatakan dirinya tidak dibolehkan masuk ke kantor seperti itu, dan harus minta izin terlebih dahulu. Klien kami lalu berkomunikasi lewat SMS dengan atasannya yang mengatakan dia tidak bisa datang ke kantor jika mengenakan jilbab, " ujar Michelle.
Masalah ini diharapkan dapat selesai sebelum diajukan ke Fair Work Australia untuk konsiliasi bulan depan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Modern Warfare 3